Minggu, 24 Maret 2019

Keistimewaan Seorang Muallaf. إِذَا أَسْلَمَ الْعَبْدُ فَحَسُنَ إِسْلَامُهُ كَتَبَ اللَّهُ لَهُ كُلَّ حَسَنَةٍ كَانَ أَزْلَفَهَا وَمُحِيَتْ عَنْهُ كُلُّ سَيِّئَةٍ كَانَ أَزْلَفَهَا ثُمَّ كَانَ بَعْدَ ذَلِكَ الْقِصَاصُ الْحَسَنَةُ بِعَشْرَةِ أَمْثَالِهَا إِلَى سَبْعِ مِائَةِ ضِعْفٍ وَالسَّيِّئَةُ بِمِثْلِهَا إِلَّا أَنْ يَتَجَاوَزَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ عَنْهَا


MUALLAF DAN KEUNTUNGANNYA. . Bagaimana cara untuk menjadi seorang muallaf, pada umumnya yaitu dengan mendatangkan ustadz atau ulama' yang kemudian memandu seseorang tersebut untuk membaca dua kalimat syahadat. Inilah lafaldnya; أشهد ان لا اله الا الله واشهد ان محمد رسول الله : Aku bersaksi tiada tuhan yang berhak di sembah selain Allah. Dan aku bersaksi bahwasannya nabi muhammad adalah utusan allah. BERIKUT KEUNTUNGAN MENJADI MUALLATAR. . Beberapa dalil telah menjelaskan tentang keutamaan menjadi mualah. Seperti : Al-Qur’an Surat Al-Anfaal ayat 38 : قُلْ لِلَّذِينَ كَفَرُوا إِنْ يَنْتَهُوا يُغْفَرْ لَهُمْ مَا قَدْ سَلَفَ وَإِنْ يَعُودُوا فَقَدْ مَضَتْ سُنَّتُ الْأَوَّلِينَ Artinya “Katakanlah kepada orang-orang yang kafir itu, “Jika mereka berhenti (dari kekafirannya), niscaya Allah akan mengampuni dosa-dosa mereka yang sudah lalu; dan jika mereka kembali lagi, sesungguhnya akan berlaku (kepada mereka) sunnah (ketetapan Allah) terhadap orang-orang dahulu.” Hadist Nabi Muhammad Sholallahu Alaihi Wassalam yang diriwayatkan oleh Nasai : إِذَا أَسْلَمَ الْعَبْدُ فَحَسُنَ إِسْلَامُهُ كَتَبَ اللَّهُ لَهُ كُلَّ حَسَنَةٍ كَانَ أَزْلَفَهَا وَمُحِيَتْ عَنْهُ كُلُّ سَيِّئَةٍ كَانَ أَزْلَفَهَا ثُمَّ كَانَ بَعْدَ ذَلِكَ الْقِصَاصُ الْحَسَنَةُ بِعَشْرَةِ أَمْثَالِهَا إِلَى سَبْعِ مِائَةِ ضِعْفٍ وَالسَّيِّئَةُ بِمِثْلِهَا إِلَّا أَنْ يَتَجَاوَزَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ عَنْهَا Artinya “Jika seorang hamba masuk Islam, lalu Islamnya baik, Allah menulis semua kebaikan yang pernah dia lakukan, dan dihapus darinya semua keburukan yang pernah dia lakukan. Kemudian setelah itu ada qishash (balasan yang adil), yaitu satu kebaikan dibalas sepuluh kali lipat sampai 700 kali lipat. Adapun satu keburukan dibalas dengan sama, kecuali Allah ‘Azza wa Jalla mengampuninya.” Hadist Nabi Muhammad Sholallahu Alaihi Wassalam yang diriwayatkan oleh Muslim : أَمَا عَلِمْتَ أَنَّ الْإِسْلَامَ يَهْدِمُ مَا كَانَ قَبْلَهُ وَأَنَّ الْهِجْرَةَ تَهْدِمُ مَا كَانَ قَبْلِهَا وَأَنَّ الْحَجَّ يَهْدِمُ مَا كَانَ قَبْلَهُ Artinya “Tidakkah engkau tahu bahwa Islam menggugurkan (dosa-dosa) sebelumnya, dan bahwa hijroh menggugurkan (dosa-dosa) sebelumnya bahwa haji menggugurkan (dosa-dosa) sebelumnya.” Hadist Nabi Muhammad Sholallahu Alaihi Wassalam yang diriwayatkan oleh Bukhari : إِذَا أَسْلَمَ الْعَبْدُ فَحَسُنَ إِسْلَامُهُ يُكَفِّرُ اللَّهُ عَنْهُ كُلَّ سَيِّئَةٍ كَانَ زَلَفَهَا وَكَانَ بَعْدَ ذَلِكَ الْقِصَاصُ الْحَسَنَةُ بِعَشْرِ أَمْثَالِهَا إِلَى سَبْعِ مِائَةِ ضِعْفٍ وَالسَّيِّئَةُ بِمِثْلِهَا إِلَّا أَنْ يَتَجَاوَزَ اللَّهُ عَنْهَا Artinya “Apabila seseorang masuk Islam kemudian Islamnya menjadi baik, niscaya Allah akan menghapus segala kejahatan yang telah dilakukan. Setelah itu, ia akan diberi balasan yaitu setiap kebaikannya akan dibalas Allah sepuluh sampai tujuh ratus kali. Sedangkan kejahatannya dibalas (hanya) setimpal kejahatannya itu, kecuali jika Allah memaafkannya.” Dari beberapa hadist di atas bisa disimpulkan bahwasannya menjadi seorang mualaf akan membawa keutamaan / keuntungan yang sangat besar bagi seseorang, diantaranya : Allah SWT akan mengampuni dosa-dosanya yang telah lalu Allah akan mencatat semua kebaikan yang telah dilakukan dan akan membalas kebaikan-kebaikan tersebut dengan pahala sebanyak 10 kali lipat hingga 700 kali lipat, sedangkan untuk satu kejahatan yang pernah ia lakukan akan mendapat balasan dengan balasan yang setimpal kecuali jika Allah telah memaafkannya.

Sabtu, 23 Maret 2019

توفيق،معونة، هدية. “Semoga kita senantiasa mendapatkan hidayah, ma’unah dan taufiq”, namun di saat ditanya, mereka belum faham makna ketiganya.


السلام عليكم ورحمة الله وبركاته ومغفرته الحمد لله الذي هدانا لهذا وما كنا لنهتدي لو لا أن هدانا من يهديه الله فلا مضل له ومن يضلله فلا هادي له آللهم صل وسلم على نبينا وحبيبنا محمد وعلى آله وصحبه ومن تبعه وواله أما بعد : Sudah sering kita mendengar para MC atau pembawa acara selalu mengatakan : “Semoga kita senantiasa mendapatkan hidayah, ma’unah dan taufiq”, namun di saat ditanya, mereka belum faham makna ketiganya. HIDAYAH itu petunjuk, seperti petunjuk jalan (rambu-rambu lalu lintas atau petunjuk penggunaan suatu produk).Dan petunjuk tentang kebenaran itu sudah sering didengar oleh mayoritas manusia pada era modern seperti ini. Sehingga hampir mustahil kalau ada orang islam yang masih suka maksiat semisal zina, mabuk, korupsi mengaku kalau dia belum mendapat petunjuk. karena kalau dia sudah tahu bahwa zina, mabuk dan korupsi itu buruk, maka itu tandanya dia sudah mendapat petunjuk. Lalu mengapa dia masih belum bisa meninggalkan kemaksiatan itu? Jawabnya ada pada ‘Inayah. INAYAH atau MA’UNAH adalah pertolongan, dan pertolongan ini selalu ada korelasi antara hamba dengan Tuhan secara terus menerus. Sehingga orang yang sudah mengetahui baik dan buruk akan selalu berusaha untuk mendapatkan pertolongan agar dapat mengerjakan kebaikan dan juga meninggalkan keburukan.Dan orang yang sudah mendapat hidayah tentang kebenaran belum tentu mau mencari pertolongan. Padahal kalau dia bekerja sebagai karyawan dan harus masuk kerjatengah malam, maka dia akan selalu berusaha mencari pertolongan agar selalu bisa masuk kerja tepat waktu. Di sisi lain dia juga sudah tahu kalau sholat malam itu sangat baik, namun mengapa dia tidak berusaha untuk mendapatkan pertolongan agar dapat mengerjakan sholat malam? ini artinya bahwa dia sudah dapat petunjuk tentang kabaikan sholat malam, namun dia sengaja tidak berusaha untuk mendapatkan ma’unah dari Allah Ta’ala. Dan setiap orang yang sudah mendapat hidayah plus ma’unah, belum tentu ibadahnya tersebut sesuai dengan yang dikehendaki oleh Allah dan Rasul-Nya, mengapa demikian? Jawabnya ada pada taufiq. TAUFIQ adalah kecocokan atau kesesuaian dengan apa yang dikendaki oleh Allah dan Rasul-Nya. Dan untuk mendapatkan taufiq ini, maka orang harus belajar ilmu agama dengan sebaik-baiknya,agar segala amal ibadahnya benar-benar sesuai dengan tuntunan syari’at yang lurus. Wallahu a’lam أهل السنة والجماعة الإسلامية إلاندونسي